Light novel indo Novel indo Isekai novel indo

Hai the king chapter 45

Beberapa pasang zirah besi tebal dengan cepat dimasukkan kedalam menara jaga. Totalnya ada dua puluh dua set, dan semua zirah tersebut tampak seperti baru diberikan oleh tangan Aphrodite sendiri. Zirah tersebut berkilauan dibawah sinar matahari cerah.
Ini adalah beberapa pasang zirah ksatria tebal yang dikoleksi oleh raja terdahulu sepanjang hidupnya. Zirah ini dibuat dari logam yang benar-benar kuat – seratus besi tempa yang dicampur dengan ‘esensi baja’. Kesemuanya tampak menakjubkan, dan benar-benar berharga serta memberika banyak kemampuan bertahan; senjata biasa tak akan bisa menembusnya.
Raja terdahulu memperlakukan beberapa pasang zirah ini seperti harta nasional, dan ia bahkan tak mau mengeluarkannya dari Istana Raja. Ia tak pernah menggunakannya dan hanya sesekali menyeka zirah yang ada dengan hati-hati. Beberapa pasang zirah ini sama berharganya dengan hidupnya sendiri.
Akan tetapi, Fei memindahkan harta nasional ini ke dinding pertahanan hari ini seolah baju zirah itu hanyalah kertas. Setelah memahami apa yang terjadi, kebanyakan orang yang berada di dinding tak tahu apa yang akan dilakukan oleh raja Alexander. Mereka berbicara dsendiri perlahan seraya memandangi kearah Fei dengan rasa penasaran dan kehebohan.
“Bagaimana menurut kalian, para prajuritku? Apa kalian mampu mengenakan baju zirahnya?” Fei menunjuk dua puluh dua baju zirah ksatria tebal dan bertanya.
“Bukan masalah, Yang Mulia!” setelah melihat zirahnya, para pria kuat yang berada disana benar-benar bersemangat, seperti kelinci yang menemukan banyak wortel. Gairah para prajurit kepada senjata dan baju pelindung bagus tak akan pernah turun.
“Oke, waktu kita sempit. Ambil baju pelindung yang cocok dan kenakan secepat mungkin. Kita tak punya banyak waktu lagi!”
Para pria ini kuat dan tak suka basa-basi. Setelah Fei memberi perintah, mereka tak ragu dan dengan cepat mengambil baju zirah yang mereka inginkan.
“Pierce, ambil satu juga. Ikut denganku nanti.”
“Luar biasa!” Pierce tertantang. Ia tertawa dan mengambil satu set baju zirah. Meskipun zirah tersebut memiliki pertahanan yang kuat, tapi karena zirah tersebut dibuat dengan menggunakan seratus besi tempa yang dicampur dengan ‘esensi baja’ yang lebih berat, tiap set baju zirah seberat enam hingga tujuh puluh pounds. Inilah kenapa Fei meminta Brook untuk membawa pria terkuat dari Chambord. Karena orang biasa tak akan bisa berjalan dengan benar ketika mengenakannya, membunuh musuh hanyalah lelucon/khayalan.
Mereka, dua puluh pria kuat ini adalah tenaga kerja yang diperlukan Fei untuk serangan ini.
Meskipun mereka bukanlah pendekar berbintang dan tak memiliki energi dalam tubuh mereka, mereka benar-benar kuat. Setelah mengenakan zirah tebal yang akan memberikan mereka pertahanan yang hebat, mereka akan menjadi dua puluh harimau lapar yang baru saja keluar dari kandang. Mereka akan berguna dalam jembatan sempit itu, mereka akan kelbih kuat dari pendekar berbintang dari kedua belah pihak.
Fei tak merencanakan untuk menyerang musuh dengan terlalu banyak orang dari awal.
Ia melirik kearah Brook. komandan kedua dari Penjaga Raja tersebut juga pendekar satu bintang, jadi ia adalah kandidat yang sempurna untuk operasi ini. akan tetapi, harus ada komando strategis di dalam dinding pertahanan, kalau-kalau ada sesuatu yang tak terduga terjadi dan situasi di dinding pertahanan menjadi kacau.
Fei memikirkannya selama beberapa detik, tapi akhirnya memutuskan untuk menempatkan Brook di dinding pertahanna. Ia melihat kebelakang Brook dan melihat Sipir Oleg duduk di celah dinding pertahanan. Ia memberi isyarat kepadanya dan memanggil ‘Si penjilat’ itu datang mendekat kepadanya.
“Pergi dan ambil satu set zirah.” Fei tak mengatakan atau menunjukkan ekspresi apapun selebihnya.
Oleg kebingungan. Ia berada cukup jauh dari menara jaga, jadi ia tak tahu apa yang terjadi. ia berpikir kalau sang raja benar-benar baik hati dan memberinya satu set zirah untuk melindungi dirinya dalam pengepungan yang akan daang. Senyumm cerah munccul di wajah Oleg saat ia bergegas mengambil set zirah terakhir yang tergeletak di tanah dan mengenakannnya dengan cepat.
Dengan cepat, beberapa prajurit membawa senjata super besar ke dalam dinding pertahanan.
Senjata besar nan berat ini juga diambil dari Istana raja; senjata ini juga bagian dari koleksi berharga raja terdahulu. Tapi, Fei mengeluarkannya disaat yang tepat dan menggunakan semua nilai senjata tersebut.
“Bam, Bam!”
Dua puluh satu senjata dijatuhkan ke tanah; kapak dan palu, kesemua senjata yang ada tampak mengerikan. Senjata tersebut memberi kesan kelam, dan semua yang melihatnya akan merasa tertekan. Saat senjata tersebut menyentuh tanah, mereka menghancurkan lantai bata di dinding pertahanan, meretakkan bagiannya dan membentuk banyak lobang. Senjata tersebut benar-benar berat.
“Semuanya, ambil senjata yang kalian sukai.”
Setelah mereka mendengar perintah sang Raja, mereka bergegas mengambil senjata yang mereka inginkan. Pierce mendapatkan sepasang palu yang tampak eksotis, dan Drogba mengambil kapak yang besar nan panjang; sisi kapaknya hampir sepanjang dinding. Senjata tersebut bisa membuat semua orang yang melihatnya merasakan dingin hingga ke tulang.
Sipir Oleg akhirnya merasakan kalau suasananya aneh. Akan tetapi, setelah melihat wajah serius dari sang Raja, ia tak berani menanyakan pertanyaan apapun. Ia menggunakan energi bintang satunya untuk mengambil sebuah pedang yang lebih tinggi dari dirinya dan berdiri dengan tenang disamping Fei.
Setelah melihat tak ada lagi set zirah dan senjata untuknya, Brook menjadi panik, “Yang mulia, hamba….”
“Tetap tinggal di dinding pertahanan. Pegang Chambord erat-erat untukku hingga aku kembali.” Fei memegang pundak Brook dan berbicara dengan serius, “Kau adalah satu-satunya yang aku percaya disini.”
Tubuh Brook membeku; ia terkejut dengan kata-kata Fei.
Fei tak mengatakan apapun lagi. Ia mengambil empat puluh enam kantong yang diisi dengan air bersih oleh para prajurit dibawah perintahnya dan berjalan ke dalam menara jaga untuk bersembunyi dari pandangan semua orang.
Setelah ia berada di dalam bangunan tersebut, ia memgambil sebotol [Normal Healing Potion] dan sebotol [Stamina Potion] dari ruang penyimpanan sabuknya, dan meneteskan beberapa tetes tiap-tiap potion sendiri-sendiri ke dalam dua puluh tiga kantong air. Ia mengocok kantongnya untuk mencampur air dan potionnya dan memanggil dua puluh [Manusia Besi] yang dilindungi penuh oleh zirah logam. Tiap-tiap dari mereka mendapat dua kantong.
“Dewa Perang sudah menunjukkan kasihnya dan memberkati kita. Air di dalam kantong biru bisa menghilangkan kelelahan kalian dan air di kantong merah bisa menyembuhkan segala jenis luka…. Saat kita berada di dalam formasi musuh, kalian harus melindungi diri kalian dengan baik. Saat kalian terluka atau menjadi lelah, langsung minum air yang ada di kantong tersebut.
Pierce dan yang lain merasa senang setelah mereka mendengarnya.
Meskipun mereka memiliki kekuatan fisik yang hebat, setelah mengenakan zirah seberat enam hingga tujuh puluh pounds, dan senjata seberat empat hingga lima puluh pounds, pria manapun akan merasa lelah pada akhirnya. Akan tetapi, dua kantong berisi air ajaib dari Raja Alexander ini sudah menyelesaikan masalah mereka.
Sipir Oleg akhirnya sadar kenapa sang Raja memberinya satu set zirah yang berharga. Wajahnya berubah pucat, keringat keluar dari tubuhnya seperti hujan, dan pikirannya benar-benar menjadi kosong. Ia terpatah-patah, “Ya…..yan….yang Mu….lia, Hamba….Hamba….”
Fei menatapnya dengan dingin.
Jantung Oleg berhenti berdetak untuk sedetik. Ia semakin berkeringat, tapi tak berani mengatakan sepatah kata pun.
“Semuanya teguk air dari kantong biru. Bersiap untuk bertarung.”
Fei mengenakan baju zirah ksatria tebal yang sebelumnya ia pakai sebelum ia masuk ke dunia Diablo saat mengatakannya pada para pria kuat yang ada.
“Gulk, gulk-”
Pierce dan yang lainnya meneguk air dari kantong air berwarna biru. Setelah air tersebut masuk ke muluh mereka, lenguhan nafas memenuhi ruangan. Ekspresi terkejut menyelimuti wajah semua orang.
Mereka semua dengan jelas merasakan jenis kekuatan spesial meresap keseluruh bagian dari tubuh mereka, dan mereka merasa seolah tiba-tiba dipenuhi dengan kekuatan.
Berat dari zirah yang mereka pakai tiba-tiba hilang, dan mereka semua merasa seolah sedang mengenakan baju tipis. Mereka tak hanya bisa berlari, bahkan mereka bisa melompat ke udara dengan mudah. Senjata seberat empat hingga lima puluh pound tiba-tiba seringan jerami, seolah mereka tak memegang apapun.
Semuanya serasa ilusi yang indah. Tapi dari ekspresi terkejut kawan mereka, mereka akhirnya sadar kalau perasaan mereka bukanlah ilusi, tapi efek ajaib seperti sihir dari para penyihir.
Ini benar-benar keajaiban.
“Saat kita sampai dibawah dinding pertahanan, kalian semua harus mendengarkan perintahku. Kalau ada yang melanggar, mereka akan dieksekusi ditempat…” Fei menatap semua pejuang yang sudah ia pilih. Ia mengangkat kapak dua tangan besar miliknya dan menggenggamnya dengan tangan kanannya. Dengan kapak di tangan kanan dan helm dibawah ketiak tangan kirinya, ia pergi terlebih dahulu dari menara jaga.
“Keluar!”
Satu tim petarung keluar dari menara jaga dengan gagah.
Beberapa prajurit sudah mengikuti instruksi Fei dan menyiapkan dua puluh tali tebal dan mengantungnya di dinding pertahanan. Pierce berada di paling depan; ia mengenakan helm di kepalanya dan mengayunkan palu kepada prajurit disekitar sebagai ucapan selamat tinggal. Operasi kali ini benar-benar penuh resiku dan tak ada yang tahu apakah mereka bisa kembali hidup-hidup. Pierce tak mempermasalahkannya, dan tertawa saat ia memegang tali dan melompat keluar dari dinding…..
Campuran dari [Stamina Potion] sudah memompa tingkat ketahanan Pierce ke tingkat yang berbeda. Meskipun saat ini ia sedang mengenakan zirah berat, ia masih sangat cepat dan fleksibel, seperti kera liar. Ia meluncur kebawah dinding pertahanan.
“Boom!”
Peirce mendarat di tanah dan meninggalkan jejak kaki yang dalam di tanah.
“Boom! Boom! Boom!”
Seperti dua puluh robot besi, pria kuat yang lainnya juga mengguncang tanah saat mereka mendarat dengan meluncur melalui tali. Mereka dengan cepat mengatur diri mereka sendiri kedalam formasi berbentu ‘V’, dengan Pierce berdiri di paling depan.
Fei masih berada di dinding pertahann. Saat ia mengenakan helm dan akan meluncur turun menggunakan tali, ia mendengar teriakan dari jauh.
“Alexander, jangan pergi…”
Seorang gadis cantik berlari di tangga dinding pertahanan seraya memegangi ujung gaunnya dan berusaha tidak terjatuh. Ia berteriak dalam tangisannya, ia mencoba menghentikan Alexander agar tak pergi dari kastil dan menempatkan dirinya dalam bahaya. Fei bahkan bisa melihat ekspresi panik di wajah cantiknya….
“Angela….”
Fei menatapnya untuk beberapa detik. Tapi untuk Fei, itu tampak seperti selamanya; ia sudah mengukir sosok Angela dalam benaknya. Ia tak mengatakan apapun; mengenakan helm dan memegang erat talinya. Ia melihat Angela yang sedang berlari kearahnya dengan semangat dari lubang mata di pelindung wajah untuk terakhir kali lalu berbalik dan melompat dari dinding.
Saat operasi ini dilakukan, operasi ini harus dilakukan dengan akurat dan cepat. menunda satu detik berarti musuh akan menemukan mereka satu detik lebih cepat. dan itu bisa menempatkan para prajurit yang dibawahnya dalam situasi yang buruk.
Fei tak memiliki waktu untuk berbicara dengan Angela, tak sedetikpun.
Share:

Hail the king chapter 44

“eh?”
Lampard tak menyangka Alexander akan memiliki permintaan seperti itu. dalam situasi berbahaya seperti ini, yang pertama kali muncul di benak Fei bukanlah keselamatan dirinya sendiri, tapi keselamatan Angela dan Emma. Ini menaikkan kesan Alexander beberapa poin.
Akan tetapi, itu hanya beberapa poin karena keputusan Fei untuk meninggalkan kastil dan berinisiasi untuk menyerang, menurunkan kesannya.
Bahkan orang terbodoh di Chambord bisa mengatakan kalau melakukan inisiasi untuk menyerang adalah keputusan terburuk. Itu hanya akan membuat prajurit berharga dari Chambord terbunuh tanpa menghasilkan apapun. Terlebih lagi itu akan memberikan para musuh yang disenjatai serta terlatih dengan baik mendapatkan keuntungan lebih besar.
Lampard menerima fakta kalau Alexander kuat dan pemberani setelah menengok kembali pertarungan kemarin, hingga ia merasa kalau itu berada diluar perkiraannya. Tapi, saat berada dalam peperangan, kalau seseorang tak memiliki kekuatan atau tenaga dari pendekar setingkat bulan, kekuatan individual tak akan bisa menyelesaikan banyak masalah. Lampard tak ingin melihat Alexander menjadi arogan karena beberapa kemenangan.
“Kalau aku menggunakan serangan tiba-tiba, mungkin aku bisa menghancurkan trebuchet itu, jadi…. Kau tak perlu berlari mengejar kematianmu.”
Untuk kawan lama yang jiwanya sudah berada di surga dan Angela yang polos dan murni, Lampard memutuskan meskipun luka dalam tersembunyinya akan muncul, ia harus mencoba menghancurkan trebuchet tersebut. Mesin itu adalah ancaman terbesar untuk Chambord. Akan tetapi, ada resiko yang tinggi…. Satu-satunya harapan adalah kalau trebuchet tersebut tak dilindungi oleh pendekar atau penyihir tingkat bintang tinggi.
“Paman Lampard, ini bukan hanya masalah beberapa trebuchet. Dalam situasi ini, meskipun kalau bisa menghancurkan semua trebuchet, Chambord tak akan bertahan lama dalam serangan musuh…. Tenang saja, pria yang takut mati seperti diriku tak akan melakukan apapun yang terlalu beresiko.”
Setelah Fei mengatakannya, ekspresinya berubah menjadi serius dan ia mendekat ke Lampard. Ia berbisik, “Selain itu, kau harus tetap berada di dinding pertahanan. Hanya kau seorang yang bisa menahan ular berbisa yang sedang bersembunyi.”
Ekspresi Lampard tiba-tiba berubah.
“Kau juga sudah menemukannya?”
Sebuah senyum misterius muncul di wajah Fei. Ia mengangguk sedikit, “Eh, sayangnya aku hanya menemukan beberapa petunjuk; aku tak yakin siapa itu sebenarnya…. Tapi aku merasa kalau hanya kau seoranglah yang bisa sementara menahannya.”
Lampard mengangguk, tapi ekspresi nya menegang sedetik setelahnya. Ia memandang Fei; sebuah energi air berwarna biru tiba-tiba muncul dan menyelimuti tangan kanannya. Ia tak mengatakan apapun dan melangkah kedepan, dan energi yang menyelimuti tangannya bertumbuh semakin besar. Sebuah tinju secepat kilat ditujukan pada dada Fei.
Akan tetapi, tampaknya Fei sudah menyadarinya, dan ia sama sekali tidak takut.
“Whuush!”
Fei juga melemparkan tinju. Tak ada kemampuan apapun dalam tinju tersebut. Tinju tersebut murni kekuatan fisik. Meskipun tinju tersebut tak mengandung energi apapun, tinjunya meninggalkan bayangan saat meledak di udara.
“Boom!”
Dua tinju bertabrakan satu sama lain dengan keras.
Tiba-tiba, sebuah gelombang energi meledak di tengah tabrakan tersebut. Seperti topan kencang, para prajurit di sekitar harus menutup mata mereka untuk mengatasi ledakan besar tersebut. Beberapa dari mereka bahkan berteriak saat terdorong kebelakang oleh gelombang energi tersebut; mereka bahkan tak bisa memegang senjata mereka.
Energi biru seperti air yang menyelimuti tangan kanan Lampard hancur dan dengan cepat menghilang. Lampard sendiri berguncang dam hampir tak bisa berdiri.
Fei terpental tiga langkah kebelakang dengan tabrakan tenaga tersebut. Nafasnya kencang; tangan kanannya terasa kebas dan lengan kanannya letih dan kesakitan.
“Bagus!” Lampard mengangguk. Ia senang setelah melihat Fei. Akan tetapi. Ia justru lebih terkejut dan syok. Kemajuan Fei hampir terlalu konyol untuk dimengerti olehnya. Pendekar nomer satu tersebut akhirnya menyetujui keputusan Fei.
“kekuatanmu sudah cukup untuk melindungi dirimu sendiri disana. Oke, aku akan tinggal di dinding pertahanan, dan kau bisa melakukan inisiasi untuk menyerang…. Tapi ingat, kalau situasi menjadi sangat berbahaya, jangan keras kepala. Hancurkan beberapa trebuchet dan kembali bersama dengan para prajurit. Kita hanya perlu menahan mereka sedikit lama lagi. Kekaisaran Zenit akan segera diberitahu dan bantuan akan tiba.” Lampard berbicara dengan ekspresi kompleks diwajahnya.
Ini adalah kali pertama Lampard berbicara sebanyak ini kepada Alexander. Meskipun ia tak mengatakan banyak hal, Fei tetap merasakan kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh Lampard kepadanya.
“Eh, percaya kepadaku, aku tahu apa yang harus dilakukan.”
Fei memberi hormat pada Lampard, kemudian berbalik dan berjalan kembali ke menara jaga.
Saat Lampard menyerangnya, Fei tau ia sedang menguji kemampuannya. Lampard hanya akan membiarkannya meninggalkan kastil kalau kekuatannya sesuai dengan standar Lampard.
Tes ini juga mengkonfirmasi prediksi awal Fei; seorang barbarian level 12 bisa mengalahkan pendekar berbintang dua, tapi akan mengalami kesulitan melawan pendekar bintang tiga.
Saat Lampard meninjunya, Fei mencoba melawannya menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki, tapi itu hanya menghancurkan energi yang menyelimuti tangan Lampard. Fei disisi lain terdorong kebelakang beberapa langkah dan kehilangan kendali dari pertarungan.
“Aku perlu meningkatkan kekuatanku, dengan cepat!” Fei sudah memutuskan. Setelah Chambord melewati masalah ini, ia harus kembali ke dunia Diablo seketika juga untuk meningkatkan level karkaternya dan meningkatkan kekuatan serta daya serangnnya. Satu-satunya cara untuk bertahan dan mempertahankan orang-orang terdekatnnya di benua Azeroth yang dipenuhi dengan peperangan ini adalah menjadi kuat dan memiliki pengaruh yang kuat.
Saat Fei kembali ke menara jaga, Brook sudah menunggunya dengan dua puluh pria besar.
Pria-pria ini semua setinggi kira-kira 7 kaki (210cm) dan setengah telanjang, menunjukkan tubuh super kekar mereka yang dipenuhi dengan kekuatan eksplosif. Mereka dipenuhi rambut hitam, yang membuat mereka sama seperti manusia hewan dari alam liar.
Pria-pria kuat ini adalah orang yang sudah dipilih oleh Brook.
“Boom! Boom! –”
Fei mengangguk dan menepuk dada dari pria besar yang berdiri disampingnya: “Prajurit, katakan padaku siapa namamu.”
“Drogba, yang mulia. Dider Drogba!”
“Baiklah, tunjukkan padaku kekuatanmu, prajurit Drogba.” Fei bertanya sembari tersenyum.
Senyum rendah hati muncul di wajah Drogba saat ia mendengarnya. Ia melihat kesekitar dan berjalan ke menara jaga. Ia membungkukkan punggungnya pada batasan dinding dengan lebar 5 yard. Otot tubuh bagian atasnya muncul saat ia menggunakan kekuatan untuk menariknya keluar dari tanah.
Fei merasa senang. Batas dinding tersebut setidaknya seberat enam ratus atau tujuh ratus pound, tapi Drogba tak punya masalah untuk mengangkatnya. Tampaknya ini bukanlah batasan untuknya. Fei harus mengakui kalau orang-orang di benua Azeroth mempunya tubuh lebih kuat dibandingkan dengan orang-orang di bumi. Pria yang dipanggil Drogba inibisa dengan mudah memenangkan kompetisi Manusia Terkuat di Bumi.
“Hebat! Prajurit yang tak terkalahkan!” Fei menilai Drogba sembari tertawa. Ia berjalan ke Drogba dan dengan satu tangan mengambil pembatas dinding tersebut dari Drogba. Ia menggunakan sedikit kekuatannya pada pembatas tersebut dan pembatas tersebut melayang puluhan yard jauhnya. “Boom!” pembatas tersebut jatuh ke tanah dan membuat banyak debu berhamburan.
Fei yang sangat mudah melempar pembatas tersebut membuat dua puluh pria kuat yang ada terkejut.
Drogba adalah yang terkuat diantara mereka semua, dan ia hanya bisa mengangkat pembatas tersebut dengan dua tangan, tetapi raja Alexander melempar pembatas dinding tersebut dengan satu tangan seolah itu hanyalah sebotol air. “Jenis kekuatan seperti apa itu? tak terbayangkan!”
Para pria kuat ini sudah 100% ditaklukkan. Mereka memandangi Fei dengan penuh semangat. Ini adalah apa yang ingin Fei lihat.
Dalam barbarian mode, barbarian level 12 bisa mengeluarkan kekuatan sekitar 5,000 pound berat. Kekuatan fisik tak terhingga adalah definisi dari seorang barbarian. Satu-satunya cara untuk mengubah pria kuat dan kekar ini menjadi anak buahnya adalah dengan mengalahkan mereka dalam hal terbaik yang bisa mereka lakukan.
“Kalian semua adalah pria-pria terkuat di Chambord dalam hal kekuatan fisik, tapi aku tak yakin apakah keberanian kalian sekuat kekuatan fisik kalian.” Fei merangsang pria-pria kuat ini untuk memompa moral mereka.
Setelah Fei selesai berbicara, semua mata pria tersebut memerah karena amarah. Beberapa dari mereka menepuk dada dan beberapa membunyikan persendian mereka dengan ‘kretak’; mereka tak bisa menunggu untuk menunjukkan terbuat dari apa mereka sebenarnya.
“Hahaha. Bagus. Aku akan pergi meninggalkan kastil untuk memberi pelajaran berharga untuk para bajingan itu. bagaimana dengan ini? apa kalian berani pergi bersamaku dan membuat mereka berlari ke ibu mereka?” Fei tiba-tiba berbalik dan menunjuk pada musuh yang berada di jembatan, yang tampak seperti ular raksasa yang sedang melata.
“Yang mulia, hamba ingin pergi dan memberi mereka pelajaran sejak lama!” pria besar bernama Drogba berteriak sembari mengayunkan tinjunya.
“Yang mulia, hamba ingin menjadi pimpinan pasukan dan maju di barisan paling depan.”
“Hamba bisa menghajar mereka sendiri, hahaha, bagaimana mungkin hamba takut kepada mereka?”
“Hamba sudah meremukkan dua puluh satu tengkorak, dan hamba tak keberatan untuk memecahkan beberapa tengkorak lagi.”
Setelah para pria kuat tersebut mendengar keputusan Fei, tak ada satupun dari mereka yang takut, tapi mereka malah bersemangat. Mereka tak bisa menunggu untuk menyerbu para musuh.
Saat itu –
“Yang mulia, apa yang anda butuhkan sudah siap.”
[pierce berteriak dari jauh. Dan teriakannya menarik perhatian semua orang. Ada kira-kira empat puluh prajurit yang mengikuti pierce. Mereka semua berkeringat saat membawa zirah ksatria super tebal keatas dinding pertahanan.
Share:

Hail the king chapter 43

Fei tahu ia adalah pusat perhatian. Ia tersenyum dengan lembut pada para prajurit yang cemas dan rekrutmen baru, menenangkan mereka. Ia memberi isyarat pada Pierce dan Brook, memanggil mereka ke dalam menara jaga. Ia tak menjawab Oleg yang berusaha mendapatkan perhatiannya, dan Kepala Menteri Bazzer yang juga tak begitu jauh darinya.
Itu adalah sinyal yang jelas; bahkan petani yang tak tahu apapun tentang politik memahami kalau dua sosok kuat sebelumya, Bazzer dan Oleg sudah kehilangan apresiasi dan kepercayaan dari sang raja.
“Brook, katakan padaku bagaimana pergerakan dari musuh.” Fei bertanya seraya memandangi kerumunan musuh di jembatan. Ia berdiri disamping pembatas dinding dan menyentuh bekas yang ditinggalkan disana oleh pedang dan tombak.
“Yang mulia, selama empat jam terakhir saat anda beristirahat, entah kenapa musuh tak bergerak sama sekali…… mereka bahkan tak mengganggu kita dengan serangan palsu. Seolah mereka sedang menunggu sesuatu, tapi…” Brook menunjuk kebelakang barisan musuh. Suaranya dipenuhi dengan rasa khawatir, “Mereka sudah memindahkan tiga tangga pengepung terakhirnya dan peralatan menyerang yang mereka buat dalam beberapa hari terakhir ke jembatan. Mereka benar-benar sudah siap, dan saat ini bahkan ada lebih banyak prajurit yang berpartisipasi dalam pengepungan dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya. Saat mereka memutuskan untuk menyerang, kita pasti akan berada dalam situasi yang sangat berbahaya.”
Fei melihat kearah tempat dimana Brook menunjukkan. Ada beberapa perubahan besar dalam formasi musuh –
Formasi menara tameng masih berada di barisan paling depan, melindungi semua musuh dibelakangnnya menggunakan tembok hitam besar. Dan mereka hanya berada satu langkah jauhnya dari bagian utara sungai Zuli, dimana kastil Chambord berada.
Akan tetapi, formasi dibelakangnya benar-benar berbeda –
Para pemanah, pengguna tombak dan formasi penguna pedang mundur ke belakang, dan ditempat mereka ada tiga tangga besar yang sudah dipindahkan ke jembatan. Dibelakang tangga pengepung tersebut, ada empat atau lima tembok kayu yang dibuat dari pohon hijau dan basah untuk menghalau anak panah. Bahkan lebih jauh lagi, ada enam trebuchet (semacam ketapel) setinggi 20m yang dilindungi oleh prajurit musuh yang lebih kuat.
Pupil Fei dengan cepat mengecil saat ia melihatnya. Enam trebuchet benar-benar mesin berbahaya dalam pengepungan. Mereka lebih berbahaya dibandingkna dengan tangga pengepung. Saat mereka masuk dalam jarak 200 yard dari dinding pertahanan, entah seberapa kuat atau kokohnya dinding pertahanan, dinding tersebut akan dihancurkan berkeping-keping. Dinding pertahanan cchambord dan kurang dari seribu prajurit akan tersapu bersih dalam dua puluhan lemparan dari trebuchet tersebut.
Komandan musuh benar-benar menempatkan banyak sumber daya dalam pengepungan ini, jadi ia ingin menaklukkan kastil Chambord hari ini.
“dinding kayu tersebut dibuat dengan tergesa-gesa, dan masih ada daun hijau di kayu tersebut. Akan tetapi, enam trebuchet tak mungkn dibuat dengan cepat, tapi mereka tak pernah muncul dalam pengepungan sebelumnya…. Apa musuh mendapatkan beberapa bantuan?”
Fei menjilat bibirnya tanpa sadar saat ia memikirkannya.
Tak mungkin Chambord bisa bertahan melawan Trebuchet. Sekali musuh memulai pengepungan, dinding kayu tersebut bisa dengan mudah menghalau hujan anak panah dan menempatkan trebuchet pada jarak serangnya. Chambord tampaknya sudah berakhir. Ini adalah pertempuran yang tak seimbang.
Selain jarak besar dalam kekuatan diantara musuh dan mereka, komandan musuh juga orang yang sangat berhati-hati dan picik. Ia tahu kalau Chambord tak memiliki begitu banyak prajurit, jadi ia berfokus pada kelemahan tersebut. Brook dan yang lain tak bisa mengeluarkan strategi apapun yang bisa membuka ‘kurungan’ yang mengurung Chambord.
Fei mengerutkan dahi saat mengevaluasi situasinya. Brook mengamati ekspresi Fei. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi ia menahannya dirinya.
“”Katakan apa yang ingin kau katakan. Sebagai jendral komando masa depan dari Chambord, ragu bukanlah hal yang baik.” Fei menyadari tingkah Brook dan bercanda.
Brook benar-benar mendekat ke Fei dan berbisik ke telinganya, “Yang mulia….. mungkin….. kita tak bisa bertahan kali ini. hamba bersedia tinggal di belakang dengan para prajurit untuk mencoba menahan musuh dan memberi waktu lebih. Tolong biarkan tuan Lampard dan Pierce membawa satu tim prajurit elit untuk melindungi anda dan nona Angela untuk pergi dari Chambord ke belakang gunung….”
“Tidak!”
Fei menggelengkan kepalanya dan menolak saran dari Brook sebelum ia bahkan selesai berbicara. Ia tak mengatakan sepatah kata lagi, tapi hanya dari penolakannya dan gelengan kepalanya, Brook dan Pierce merasakan tekad dari sang raja muda. Tak peduli apapun yang terjadi, sang raja tak akan mundur ataupun tersentak. Ekspresi Fei membuat mereka berdua senang dan puas, tapi juga membuat mereka berdua benar-benar gelisah.
“Kita tak bisa menunggu lebih lama lagi; kita perlu mengambil inisiatif untuk menyerang.” Fei berkata sembari mengetuk batas dinding dengan kemarinya.
Kalimat ini sama mengejutkannya seperti halilintar, dan ‘meledak’ di telinga mereka.
“Menginisiasi serangan?”
Brook dan Pierce tertegun. Apa maksud dari mengambil inisiatf untuk menyerang dalam situasi seperti ini, dengan sangat sedikit prajurit, yang kebanyakan tak mengenyam latihan formal? Ini berarti Fei menyerahkan keuntungan wilayah dan berencana untuk menyerang musuh, seperti menghantam batu keras menggunakan pai apel…. Nasib dari pai apel bisa dengan mudah ditentukan.
“Yang mulia, ini….. bukankah ini terlalu riskan?” Brook mencoba membuat Fei mengubah pikirannya.
“Tak ada waktu lagi.” Fei menggelengkan kepalanya sembari mengatakannya dengan tegas. “Kalau aku tak salah, musuh akan menyerang tepat setelah makan siang…. Satu-satunya cara agar kita bisa selamat dalam peperangan ini adalah memikirkan yang tak dipikirkan dan melakukan yang tak dibayangkan. Kalau kita menunggu lebih lama lagi, musuh akan melakukan pengepungan, dan satu-satunya yang akan kita hadapi adalah kematian.”
Fei perlahan melihat mereka berdua saat ia mengatakannya.
Melihat ekspresi kebingungan di kedua pendekar tersebut, Fei berkata, “Bagaimana menurutmu, para pendekarku? Apa kalian memiliki keberanian untuk pergi bersamaku dan mengirim semua bajingan itu ke sungai Zuli supaya mereka bisa mandi untuk terakhir kalinya dalam hidup mereka?”
Pertanyaan tersebut sesederhana pertanyaan yang ditanyakan untuk meminta pendapat pada seoran gteman.
Pada saat itu, Brook dan Pierce merasa seolah darah dalam tubuh mereka sedang terbakar.
“Yang mulia, itu adalah kehormatan untuk kami!” suara mereka bergetar saat mereka menjawab.
“Baiklah, aku perlu kalian melakukan sesuatu… Brook, pergi dan suruh semua prajurit untuk beristirahat. Ingat, hanya suruh beberapa yang pandai untuk mengawasi pergerakan musuh…. Juga, pergi cari dua puluh orang kuat dan loyal lalu bawa mereka kepadaku. Piere, kau pergi dan cari ini untukku….”
Fei membisikkan sesuatu pada telinga Pierce, dan meninggalkan pria kuat berambut putih tersebut dalam kebingungan. Setelah mereka pergi, Fei berdiri dengan tenang di dinding pertahanan. Ia mengulang dan menata kembali semua hal yang ia perlu perhatikan untuk operasi di dalam benaknnya, dankemudian berbalik dan pergi.
Ia pergi ke pendekar nomer satu dari Chambord, dibawah pandangan semua prajurit.
“Yang mulia!” Lampard mengangguk.
Pendekar nomer satu yang biasanya dingin kepada Fei akhirnya menurunkan kewaspadaannya dan dengan proaktif berbicara dengannya.
Fei tahu kalau rentetan capaian heroik yang sudah ia capai mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari ‘empu/ahli’ ini. Lampard sudah melindungi perdamaian Chambord dan mengkukuhkan singgasana Alexander dengan kekuatannya sendiri; Fei benar-benar berterimakasih untuk hal itu. Fei juga mendengar kalau Lampard adalah teman terdekat dari raja sebelumnya, jadi ia adalah sesepuh untuk Fei.
“Paman Lampard, aku punya sesuatu yang perlu bantuanmu.” Fei benar-benar sangat sopan.
Lampard menengok pada Fei, kemudian berbalik untuk melihat lautan musuh berpakaian hitam. Ia diam untuk beberapa detik, kemudian bertanya, “Kau ingin aku membantumu menghancurkan trebuchet itu bukan? Aku hanya yakin 30 hingga 40 persen bisa menghancurkan dua atau tiga trebuchet….”
“Menghancurkan trebuchet?”
Fei terkejut, tapi ia kemudian menyadari apa yang Lampard pikirkan. Ia menggelengkan kepalanya dan bicara dengan serius, “Paman Lampard, bukan itu yang aku inginkan….. eh, jadi seperti ini. aku akan meninggalkan kastil untuk menyerang msuuh sebentar lagi, jadi aku ingin kau tetap tinggal di dinding pertahanan dan menenangkan situasi disini. Kalau aku akhirnya mati, aku ingin kau melindungi dan menjaga Angela untukku. Tolong lindungi dia dan Emma dan pergi dari Chambord dengan selamat.”
Share:

Hail the king chapter 42

Seperti seorang anak kecil yang mendapatkan mainan favoritnya, Fei tak bisa menahan diri seraya bermain-main dengan sabuknya beberapa saat.
“Whuush –”
Batunya muncul di tangannya.
“Whuush –”
Batunya menghilang masuk ke penyimpanan sabuk miliknya. Ia mengontrol semuanya dalam benaknya, seolah sabuk yang dikenakannya sudah terkait pada otaknya. Ia mencoba lagi dengan batu yang ukurannya berbeda yang tergeletak di tanah di dalam menara yang sebagian sudah hancur tersebut.
Fei dengan cepat mencoba kapasitas ruang penyimpanannya – tiap slot dari ruang penyimpanan hanya bisa diisi dengan barang sebesar bola basket, tetapi berat dari barang tersebut bukanlah masalah.
Jadi, 8 slot ruang penyimpanan di sabuknya bisa membawa item sebesar 8 bola basket. Fei merasa puas dengan kapasitas ini. seiring dengan meningkatnya level Barbarian-nya, Fei akan mendapatkan sabuk dengan kualitas lebih tinggi, yang mana akan meningkatkan jumlah slot yang ada.
“Akhirnya! Aku punya penyimpanan rahasiaku sendiri!”
Kejutan tak disangka ini benar-benar membuat Fei senang. Kejutan ini membuat Fei menyadari kalau ada lebih banyak rahasia dan penemuan akan muncul dari dunia Diablo yang entah bagaimana tersimpan dalam benaknnya.
[Rogue Encampment] hanyalah tempat pemula. Seiring dengan naiknya level karakter miliknya, ia bisa melangkah ke peta untuk level lebih tinggi seperti [Lut Gholein] dan [Dermaga Kurast]. Ia merasa kalau ada banyak hal yang tak bisa dibayangkan menunggu dirinya.
Setelah ia merasakan kekuatan luar biasa dari Barbarian, ia mengatakan “mode ganti” dalam benaknnya dan Sorcerer Fei mengambil alih. Kekuatan fisiknya yang meluap-luap langsung hilang begitu saja, dan Fei merasakan kekuatan magis dan kemampuan menggunakan sihir dari Sorcerer level 3.
Meskipun Sorcerer dan Necromancer, keduanya adalah penyihir, kekuatan mereka benar-benar berbeda. Kekuatan Necromancer bersifat gelap, dingin dan menakutkan, sementara kekuatan Sorcerer lebih cerah dan mapan; air, es dan halilintar adalah kekuatan alam. Setelah Fei berganti pada mode Sorcerer, sebuah medan gaya yang kuat menyelimuti dirinya. Medan gaya tersebut sama seperti medan gaya Necromancer-nya, tetapi memiliki afinitas yang berbeda.
“Sszzh, szhhs –”
Sebuah bola api muncul dan mengitari tangan Fei saat Fei mengatakan “Fire Bolt!” dalam benaknya. Sebuah bola api merah menari dalam angin dan ukurannya berubah sesuai dengan apa yang diinginkan Fei. Meskipun bola api tersebut tampak lemah, tapi Fei yakin kalau bola api tersebut menyimpan jumlah energi yang signifikan; jauh lebih kuat daripada bola api pemula milik Gill. Bola api tersebut bisa dengan mudah melelehkan zirah besi.
Itu adalah kekuatan dari Sorcerer Fei. Setelah ia menutup matanya untuk membiasakan diri dengan kekuatan dari Sorcerer, ia membuat medan gaya yang menyelimutinya menghilang, dan tak ada lagi yang bisa mengatakan ia adalah penyihir dengan melihat kearahnya.
Fei kemudian berganti dalam mode Paladin. Tiba-tiba, sebuah kekuatan suci dan lembut mengisi tubuh Fei. Kekuatan tersebut sangat kuat hingga meluap keluar dari tubuhnya. Energi yang dikeluarkan begitu cerah dan penuh kasih sayang sehingga bisa membuat siapapun yang merasakan nergi ini mendekat, mempercayai dan bergantung pada Fei tanpa syarat, seolah ia adalah wali Dewa.
Paladin adalah class paling mulia dan baik di dunia Diablo. Skill terkuat dari Paladin disebut Aura. Selain untuk kemampuan bertarungnya, aura juga memiliki kemampuan membantu dan menyembuhkan yang tak bisa dibayangkan.
:Apa kekuatan dari Gereja Suci yang dibicarakan oleh Angela sama seperti kekuatna Paladin dari Dunia Diablo?” Fei bertanya-tanya.
Saat ia sedang berpikir, tubuhnya dengan cepat beradaptasi dengan Aura dari Paladin.
Ia berdiri disana dan mengulang kembali semua kemampuan dan skill dari keempat karakter.  Setelah ia yakin ia tak akan melupakan apapun, ia berganti kembali ke mode Barbarian, mengenakan pakaian pelindung putih dibanding mengenakan item Barbarian-nya dan berjalan keluar dari menara jaga.
Kemunculannya kembali seperti obor terang di dalam kegelapan total, dan hal ini menarik perhatian semua orang di dinding pertahanan.
Para prajurit menatap kearahnya dengan kagum. Mereka semua berharap kalau raja kuat yang bisa berkomunikasi dengan Dewa perang ini bisa membuat keajaiban lagi di dalam situasi berbahaya seperti ini dan mengalahkan musuh bengis yang akan segera mengepung kastil. Mereka inign ia memberikan mereka harapan untuk bertahan hidup.
Akan tetapi, pendekar bintang tiga Lampard, pendekar bintang satu Oleg, Brook, dan penyihir pemula Gill serta beberapa pasang orang memandangi Fei dengan rasa takut dan terkejut. Mereka yang memiliki energi dan kekuatan sendiri yang benar-benar mengerti apa yang terjadi di dalam menara jaga yang sudah hancur sebagian tersebut.
Dalam waktu yang singkat, sebuah kekuatan suram, kekuatan buas, kekuatan alam dan kekuatan suci… keempat jenis kekuatan yang berbeda muncul secara berturut-turut di dalam menara jaga, seolah ada empat pendekar satu bintang dan penyihir yang bersembunyi di dalamnya, sepenuhnya mempertunjukkan kekuatan mereka.
Tapi itu tak mungkin! Mereka semua tahu kalau hanya ada satu orang yang berada di menara jaga – sang raja muda Alexander.
Tak ada seorangpun selain dirinya.
Ini berarti hanya ada satu penjelasan yang mungkin dari apa yang terjadi – keempat kekuatan yang berbeda itu adalah milik sang raja.
“Ya tuhan! Satu orang bisa mendapatkan empat jenis kekuatan yang berbeda? Terlebih lagi, setiap kekuatan tersebut setidaknya ada dalam tingkat satu bintang? Ini benar-benar tak mungkin!!”
Dalam sejarah benua Azeroth, ada beberapa contoh orang yang bisa mengendalikan sepasang kekuatan yang berbeda. Itu bukan hal yang tidak mungkin….. tapi siapa diantara mereka yang bukan jenius terkenal sehingga mereka bisa membuat kemajuan dalam mempelajari kekuatan yang berbeda? Siapa diantara mereka yang bukan pendekar/penyihir dalam tingkat matahari?”
Terlebih lagi, semua penyair yang mengembara dan menceritakan cerita mereka diseluruh benua bersumpah dengan hidup mereka kalau para jenius tersebut sudah jauh dari masa mudanya saat mereka mencapai hasilnya.
Seberapa tua Alexander?
“Ia bahkan belum berumur 18 tahun. Alexander hanya terkenal karena ia idiot. Si idiot ini menyia-nyiakan 17 tahun hidupnya, makan, tidur dan mencari kesenangan. Ia tak pernah mendapatkan latihan bentuk apapun dari pendekar ataupun penyihir. Bagaimana bisa ia memiliki 4 jenis kekuatan yang berbeda? Dan semua kekuatan ini setidaknya setingkat satu bintang?”
Perasaan ini berputar di dalam benak Lampard dan yang lainnya. Mereka memandangi Fei yang keluar dari menara jaga seolah ia adalah seekor Godzilla.
Share:

Hail the king chapter 41

Setelah berganti ke Barbarian-nya, apa yang bisa Fei rasakan adalah kekuatan fisik brutal miliknya.
Dan itu membuatnya merasa bisa menghancurkan dinding pertahanan yang kokoh dengan satu hentakan.
“Kekuatanku meningkat sebanyak ini setelah aku menaikkan level Barbarian ke level 12….” Fei merasa seolah ia adalah samudra dan bisa mengoyak apapun yang berada di hadapannya. “Ini dia…. Ini benar-benar apa yang aku rasakan sebagai Barbarian di dunia Diablo.
Kekuatan tanpa batas yang membuatnya berpikir dirinya adalah Hercules. Ia melirik kebawah tanpa sadar. Ekspresi wajahnya tampak aneh. Ia tersentak bersamaan dengan matanya yang terbuka lebar, seolah ia baru melihat makhluk undead sedang berjalan di dunia nyata.*
*undead nih kaya zombie gt. Tau deh.
Ia menemukan sesuatu yang tak terbayangkan.
Tak tahu kapan, tapi zirah ksatria berart yang ia gunakan di dunia nyata menghilang, dan digantikan dengan pakaian pelindung yang tampak indah. Gaya pakaian pelindung itu benar-benar eksotis, dan dibuat dengan material tak diketahui. Ada banyak simbol misterius diseluruh pakaian pelindung tersebut dan semuanya menyinarkan sinar hijau; ada energi magis kuat di dalamnya.
Selain pakaian pelindungnya, ia juga menggenakan sepasang sepatu kulit, helm, sarung tangan, sabuk…..
Fei mengenali semuanya.
“Ini…. ini adalah item dari karakter Barbarian-ku…. Bagaimana…. Bagaimana bisa aku membawanya ke dunia ini? apa yang terjadi? ya tuhan…. Aku tak mengingat menukarkan item ini dengan suara tersebut…..”
Penemuan tak terduga ini membuat jantung Fei berdebar.
“Bagaimana…. Bagaimana bisa ini terjadi?”
Pikiran Fei menjadi kosong; tak ada penjelasan untuk hal ini. dari pengalamannya sebelumnya, kalau ia ingin membawa apapun, bahkan setumpuk tai monster ke dunia nyata, ia harus menukarnya dengan suara misterius itu. ia harus membayar biaya dan menerima resiko tak berhasil membawanya. Apa yang membuat Fei bingung adalah ia tak meminta untuk menukar item ini, tapi ia bisa membawanya ke dunia nyata.
“Apa yang terjadi?”
“Petunjuk: setelah karakter pemain melebihi level 10, pemain bisa menggunakan item karakter di dunia lain selain dunia Diablo…. Petunjuk: Item hanya bisa digunakan oleh pemain. Item tersebut tak bisa ditukarkan, hilang, atau diperbaiki oleh penempa besi dari dunia lain…. Petunjuk: Ketahanan dari item akan turun dengan alami. Item hanya bisa diperbaiki di dunia Diablo…. Petunjuk….. Petunjuk….”
Seolah suara tersebut mendengar semua pertanyaan Fei, banyak ‘petunjuk’ membuat Fei mendapatkan penjelasan secara detil.
“Jadi…. Ini…. ternyata seperti itu.”
Fei menepuk dahinya, pikirannya kembali jernih.
“Jadi itu adalah keuntungan melampaui level 10…. Apa nanti akan ada lebih banyak keuntungan setelah aku melampaui level 20, 30 atau bahkan 90?” Fei mencoba bertanya kepada suara tersebut dengan rakus.
Sayangnya, tak ada respon.
“Ok….. kau tak perlu memberitahuku kalau kau tak mau!….. ah, kalau aku bisa membawa item ke dunia nyata, maka senjata seharusnya termasuk juga. Kenapa aku tak punya kapak dua tanganku?
Setelah pikiran tersebut terbesit di kepalanya, sesuatu yang ajaib terjadi –
Sebuah cahaya putih berkilau dan ia merasakan sesuatu yang berat di tangannya. Sebuah kapak dua tangan besar dan berbahaya yang dimiliki oleh Barbarian Fei muncul di kedua tangannya.
Fei mengayunkan kapaknya secara tak sadar.
Pegangan kapak tersebut dingin, begitu juga dengan cahaya yang dipantulkan oleh bagian tajam kapak tersebut.
Sensasi familiar memenuhi benak Fei. Ia merasa kalau kapak itu adalah perpanjangan dari tubuhnya dan ia benar-benar mempunyai kontrol penuh pada kapaknya; ia merasa tak terkalahkan.
Fei tak merasa ketagihan dengan perasaanya. Ia memaksa dirinya untuk tenang dan mengevaluasi keadaannya.
“Kalau senjata utamaku dibawa keluar dari dunia Diablo, maka aku bmungkinbisa menggunakan [Azure Spiked Shield] dan [Storm Sabre] juga.
Sebuah cahaya kuning berkilau dihadapannya saat ia memikirkannya; kapaknya menghilang, dan pedang berukirkan emas dan tameng merah gelap mengambil tempat di tangannya.
“wahahahhaha….. sama seperti apa yang aku pikirkan!”
Fei menemukan kalau sangat mudah untuk mengganti senajtanya. Selama ia memikirkannya, senjatanya akan berganti. Tak ada jeda waktu untuk hal ini.
“Whuush, whuush, whuush – !”
Saat pikiran Fei dengan cepat berubah, kapak dua tangan dan pedang serta tameng terus berubah posisi di tangannya. Kecepatan dan metode mengganti senjata ini di dalam pertarungan pasti akan menjadi kartu as miliknya. Paling baik kalau ia bisa mengunakannya sebagai serangan tiba-tiba. Hal ini juga dengan sempurna sesuai dengan kepribadian Fei.
Fei bermain-main dengan skill barunya, dan tiba-tiba ia memikirkanmasalah besar.
“Meskipun luar biasa rasanya membawa item ajaib dan kuat ke dalam dunia nyata, aku tak akan mengenakannya sepanjang waktu…. Aku adalah raja, aku tak akan bertarung sepanjang hari. Kalau aku pergi ke pesta bangsawan, pergi ke kamar mandi atau pergi ke kamar seperti ini, aku mungkin akan dipanggil pria cabul….”
“apakah aku harus menyembunyikan item ini….”
Saat Fei sedang berpikir, perubahan terjadi lagi –
Item barbarian yang digunakannya menghilang seperti yang ia inginkan. Sebuah zirah ksatria putih lembut muncul di tubuhnya; itu adalah pakaian yang ia kenakan di dalam zirah besi berat. Akan tetapi, ia tak tahu kemana zirah besi beratnya pergi. ia melirik eksekitar dan menemukannya di satu sudut. Ia tak tahu bagaimana atau kapan zirah tersebut diambil dari tubuhnya.
“Wow, aku mendapatkan apapun yang aku inginkan?”
Senyum lebar datang ke wajah Fei.
“Jadi senjata dan pakaian pelindung Barbarian bisa muncul dan menghilang sesuai keinginanku. Ini benar-benar mudah…. Ini tak akan mempengaruhi kehidupan normal-ku sama sekali. Ini benar-benar gila!”
Jantung Fei mulai berdebar lagi. Adrenalin mulai terpompa di darahnya.
Ia menjilat bibirnya. Sebagai seorang pria yang ingin memaksimalkan keuntungannya sepanjang waktu, ia memikirkan pertanyaan lain –
“Kalau item ajaib ini terbawa ke dunia nyata, aku mungkin bisa menggunakan atribut spesial dari item ini bukan?”
Fei begitu gembira ia hampir ereksi. ia memutuskan untuk melakukan eksperimen kecil untuk mengecek efek penyimpanan dari sabuknya.
Di dunia Diablo, sabuk memberikan karakter lebih banyak ruang penyimpanan selain ruang dari [Slot Item]. Dan sabuk lebih mudah digunakan daripada [Slot Item]. Semakin bagus kualitas sabuknya, semakin banyak ruang penyimpanan yang dimiliki. Sabuk milik Fei hanya memiliki 8 ruang penyimpanan.
Ia melihat kebawah kearah sabuknya, kemudian ia melihat batu berukuran segenggam tangan di sudut. Ia memanggil batu tersebut dalam benaknya, mencoba memasukkannya kedalam ruang penyimpanan di sabuk.
Hampir di saat yang sama saat Fei memikirkan hal itu di dalam benaknya, batu tersebut menghilang.
“Wow! Apa ini berhasil?”
Jantung Fei berhenti sejenak saat ia melihat batu tersebut hilang. Fei merasa jantungnya tak akan kuat menerima rangkaian kejutan yang muncul. Hipotesis rakusnya terkonfirmasi tanpa meninggalkan keraguan.
Atribut spesial dari item di Diablo terbawa ke dunia nyata.
Fei memikirkan ruang penyimpanna di sabuk dan 8 unit ruang penyimpanan muncul di hadapan matanya, seolah ia menggunakan satu pasang Kacamata Google. Batu yang tadi berada di salah satu ruang penyimpanan. Selain batu tersebut, dua botol [Normal Healing Potions] dan 1 botol [Stamina Potion] yang membuat Fei mengeluarkan 29,000 koin untuk menukarnya juga berada dalam sabuknya.
Fei dengan cepat menekan tangannya ke jantungnya. “Jantungku harus berhenti berdetak begitu kencang dan tak teratur, atau aku akan benar-benar mati!”
Share:

Blogroll

BTemplates.com

Search This Blog

Powered by Blogger.

Pages